Satu lagi tangisan menemani dua ribu sembilan.

Mac 5, 2010 at 6:59 pm (self-evident truth)

Antara beberapa peristiwa dan rentetan kejadian yang telah berlaku di sepanjang tahun ini, yang mana telah aku simpulkan banyak yang kelat daripada yang tawar; perlahan-lahan aku cuba memahami erti sebuah kemanisan di dalam kepahitan tragedi.
Di awal september ini, di waktu aku masih lagi dalam rundung sedih yang kadang-kadang menggigit ulu hati; Saat tangis masih bersisa akibat pemergian arwah mama kedunianya yang lebih indah; hati aku diuji lagi dengan kepergian seseorang yang tidak kurang signifikasinya pada dengan aku. Bulan September ini harusnya menjadi satu jaluran ria kerana sambutan hari kemenangan yang pastinya ditunggu semua muslim. Namun belum sempat aku mencongak ketibaan aidilfitri yang bakal kusambut dengan moyang si permata hatiku itu, dia sudah pergi meninggalkan kami. Nenda yang kusayangi dan amat kuhormati atas kesabarannya yang tiada galang bandingnya itu telah dijemput kembali ke Rahmatullah. Ya, kedunianya yang lebih indah – itu aku percaya.

Didoakan agar roh Nenda kini bersama mereka yang dikasihiNya…tentunya bersama mamaku pastinya!

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.